BERBAGI CERITA, PENGALAMAN, DAN KISAH SERU

Jumat, 21 Oktober 2016

Hari Santri Nasional, Semangat Baru untuk Santri


HAri Santri Nasional
Muhammad Rizki Aulia
Kemerdekaan indonesia memang tidak lepas dari para santri dan ulama, karena memang tak hanya tentara yang berperang melawan penjajah, tercatat banyak ulama dan santri yang ikut berperang untuk mengusir penjaah dari bumi Indonesia. Itulah mengapa tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. hal tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indoensia meraih kemerdekaan dari para penjajah berkat bantuan santri dan ulama.
Aku jug santri lohh!!! Jadi begini, lagi-lagi aku bercerita flashback tentang masa kecilku.
Pertengahan tahun 2010 ibuku mengantarkanku ke sebuah sekolah asrama di daerah Kota Lhokseumawe Aceh Utara, saat itu usiaku 13 tahun. ini bukan sekolah asrama biasa, ini adalah Misbahul Ulum. Sebuah sekolah dengan bangunan yang cukup luas dan bertingkat, lebih tepatnya ini adalah Pesantren Modern.

Semenjak itu, statusku berubah dari seorang siswa menjadi seorang santri, tapi bukan santri yang identik dengan kopiah dan kain sarung ataupun pakaian kharismatik seorang yang sedang menuntut ilmu Agama. Tetapi santri yang berpakaian rapi hitam putih setiap kali belajar dikelas.
6 tahun aku melanjutkan studiku di Pondok Pesantren Misbahul Ulum dari jenjang Tsanawiyah sampai Aliyah, banyak cerita dibalik keseruan menjadi santri, dan banyak kenangan yang tidak bisa kudapat ditempat lain, Sahabat yang telah menjadi keluarga, dan guru yang telah menjadi orang tua baruku.
tidak hanya sampai disitu, ditahun 2010 aku melanjutkan studiku dengan status mahasantri di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama RI dan aku menjadi bagian dari Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA), namun sayangnya aku tidak dapat menyelesaikan program mahasantriku di kampus ITS.
Setelah gagal menyelesaikan kemahasantrianku di ITS, aku melanjutkan studiku di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SUMUT) dengan jurusan Ekonomi Islam konsentrasi Perbankan Syariah. Lagi-lagi aku tidak bisa jauh dari yang namanya menjadi santri, tetap saja aku merasa lagi nyantri di UIN SUMUT.
Setelah selesai di UIN Sumut, aku bekerja di sebuah Non Government Organization (NGO) local yang bergerak dibidang pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan aku menduduki posisi program support, yaitu sebuah posisi yang merangkap untuk menjadi Trainer, Coacher, Event Organizer, dan Fasilitator. Dan lagi-lagi aku tidak dapat jauh dari yang namanya status santri, aku mendapat area program untuk mendampingi guru-guru di Pondok Pesantren Modern Ar-Rasyid di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.
Mungkin ini ya yang namanya santri tulen, terlahir dari santri dan kembali untuk santri, dan hari ini adalah hari Santri Nasional, semoga para santri diseluruh Indonesia tidak hanya berhenti dengan status Santri, tapi harus mengejar dan menyelesaikan status Mahasantri, dan harus kembali untuk Santri.
Ayooooo bangga menjadi santri!!!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

BTemplates.com