![]() | |
| Muhammad Rizki Aulia |
Kemerdekaan indonesia memang
tidak lepas dari para santri dan ulama, karena memang tak hanya tentara yang
berperang melawan penjajah, tercatat banyak ulama dan santri yang ikut
berperang untuk mengusir penjaah dari bumi Indonesia. Itulah mengapa tanggal 22
Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. hal tersebut merujuk pada
peristiwa bersejarah yang membawa bangsa Indoensia meraih kemerdekaan dari para
penjajah berkat bantuan santri dan ulama.
Aku jug santri lohh!!! Jadi begini,
lagi-lagi aku bercerita flashback tentang masa kecilku.
Pertengahan tahun 2010 ibuku
mengantarkanku ke sebuah sekolah asrama di daerah Kota Lhokseumawe Aceh Utara, saat
itu usiaku 13 tahun. ini bukan sekolah asrama biasa, ini adalah Misbahul Ulum.
Sebuah sekolah dengan bangunan yang cukup luas dan bertingkat, lebih tepatnya
ini adalah Pesantren Modern.
Semenjak itu, statusku berubah
dari seorang siswa menjadi seorang santri, tapi bukan santri yang identik
dengan kopiah dan kain sarung ataupun pakaian kharismatik seorang yang sedang
menuntut ilmu Agama. Tetapi santri yang berpakaian rapi hitam putih setiap kali
belajar dikelas.
6 tahun aku melanjutkan studiku
di Pondok Pesantren Misbahul Ulum dari jenjang Tsanawiyah sampai Aliyah, banyak
cerita dibalik keseruan menjadi santri, dan banyak kenangan yang tidak bisa
kudapat ditempat lain, Sahabat yang telah menjadi keluarga, dan guru yang telah
menjadi orang tua baruku.
tidak hanya sampai disitu, ditahun
2010 aku melanjutkan studiku dengan status mahasantri
di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan Program
Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama RI
dan aku menjadi bagian dari Community of
Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA), namun sayangnya
aku tidak dapat menyelesaikan program mahasantriku di kampus ITS.
Setelah gagal menyelesaikan
kemahasantrianku di ITS, aku melanjutkan studiku di Universitas Islam Negeri
Sumatera Utara (UIN SUMUT) dengan jurusan Ekonomi Islam konsentrasi Perbankan
Syariah. Lagi-lagi aku tidak bisa jauh dari yang namanya menjadi santri, tetap saja aku merasa lagi nyantri di
UIN SUMUT.
Setelah selesai di UIN Sumut, aku
bekerja di sebuah Non Government Organization
(NGO) local yang bergerak dibidang pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) dan aku menduduki posisi program
support, yaitu sebuah posisi yang merangkap untuk menjadi Trainer, Coacher, Event Organizer, dan
Fasilitator. Dan lagi-lagi aku tidak dapat jauh dari yang namanya status
santri, aku mendapat area program untuk mendampingi guru-guru di Pondok Pesantren
Modern Ar-Rasyid di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.
Mungkin ini ya yang namanya
santri tulen, terlahir dari santri dan kembali untuk santri, dan hari ini
adalah hari Santri Nasional, semoga para santri diseluruh Indonesia tidak hanya
berhenti dengan status Santri, tapi harus mengejar dan menyelesaikan status
Mahasantri, dan harus kembali untuk Santri.
Ayooooo bangga menjadi santri!!!







0 komentar:
Posting Komentar